KEBUDAYAAN NGABEN
Ngaben adalah sebuah upacara pembakaran jasad yang
dilakukan oleh umat Hindu di Bali. Upacara ini dimaksudkan untuk menyucikan roh
anggota keluarga yang sudah meninggal yang akan menuju ke tempat peristirahatan
terakhir.
Kata “ngaben” mempunyai arti bekal atau abu yang semua
tujuannya mengarah tentang adanya pelepasan terakhir kehidupan manusia. Dalam
ajaran Hindu, selain dipercaya sebagai dewa pencipta, Dewa Brahma juga memiliki
wujud sebagai Dewa Api. Jadi upacara ngaben adalah proses penyucian roh dengan
cara dibakar menggunakan api agar bisa kembali ke sang pencipta. Api yang
membakar dipercaya sebagai penjelmaan Dewa Brahma yang bisa membakar semua
kekotoran yang melekat pada jasad dan roh orang yang telah meninggal.
Upacara ngaben massal diperuntukkan bagi keluarga yang
kurang mampu, agar jasad para leluhurnya dapat disucikan atau dibersihkan
sesuai dengan ajaran agama Hindu. Dengan adanya ngaben massal ini, keluarga
yang kurang mampu dapat melaksanakan ritual tersebut dengan membayar 2,5 juta
rupiah atau bahkan gratis jika memang benar-benar tidak mampu.
Upacara ngaben akan dimulai dengan arak-arakan dari para
keluarga. Masing-masing keluarga membawa foto mendiang atau jasad yang akan
diaben. Bunyi gamelan Bali ikut mengiringi rombongan sampai ke lokasi Ngaben.
Setelah jasad diaben atau dibakar, sisa abu dari pembakaran jasad dimasukkan ke
dalam buah kelapa gading untuk kemudian dilarung ke laut atau sungai yang
dianggap suci.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar